Blog Details

Pendakian Gunung Marapi Resmi Ditutup Permanen

Padang, 17 Juli 2025 – Otoritas terkait resmi mengumumkan penutupan permanen jalur pendakian Gunung Marapi di Sumatera Barat. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik dan munculnya laporan maladministrasi dalam perizinan pendakian.

🔥 Latar Belakang Penutupan

  • Pada akhir Januari 2025, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Ombudsman Sumatra Barat, serta pemerintah Kabupaten Agam dan Tanah Datar sepakat menutup jalur pendakian Gunung Marapi secara permanen 
  • Penutupan ini diperkuat oleh Laporan Hasil Pemeriksaan Ombudsman terkait penyimpangan dan maladministrasi dalam proses izin pendakian
  • Keputusan tersebut diambil sebagai antisipasi terhadap potensi bencana, mengingat status Gunung Marapi masih berada di level II – Waspada

🌋 Aktivitas Vulkanik Terkini

  • Selama Januari 2025 tercatat sebanyak 11 gempa letusan, 93 gempa hembusan, serta belasan tremor dan gempa vulkanik lainnya
  • Pada tanggal 24 Februari 2025, Gunung Marapi kembali mengalami erupsi dengan semburan abu mencapai ketinggian 500 meter
  • Pada 16 Juli 2025, terjadi letusan baru dengan kolom abu setinggi sekitar 1.200 meter

⚠️ Alasan dan Imbauan

  • BKSDA Sumbar menegaskan penutupan permanen dilakukan demi keselamatan pendaki dan warga di zona radius 3 km dari kawah
  • Surat edaran resmi telah disebarluaskan hingga tingkat nagari guna mencegah pendakian ilegal
  • Pemerintah dan BKSDA telah memperkuat pengawasan dengan patroli di akses jalur pendakian dan pemasangan papan peringatan

🚫 Sanksi dan Pengawasan

  • Ombudsman mendesak agar pendaki ilegal dikenai sanksi tegas, seperti dilarang naik gunung selama beberapa tahun
  • BKSDA akan terus memantau kawasan, bekerja sama dengan pemda untuk mencegah pelanggaran

🔄 Pandangan dari PVMBG

  • PVMBG menyarankan agar penutupan permanen dievaluasi kembali jika status gunung turun ke level I (normal), dan ada batasan zona yang diizinkan 

💬 Kesimpulan

Penutupan pendakian Gunung Marapi adalah langkah preventif berbasis data kegempaan dan erupsi, serta kesepakatan berbagai pihak terkait. Meskipun berstatus permanen, keputusan ini bersifat fleksibel selama kondisi vulkanik terus dipantau secara berkala. Masyarakat dan pendaki diimbau mengikuti instruksi resmi serta menjauhi zona radius 3 km demi keselamatan bersama.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *